Bab Lima: Tumpang Tindih Dunia Ketiga

Tumpang Tindih Dunia Tanpa Batas Bermimpi DR 2583kata 2026-02-09 20:45:37

Pemuda itu tampaknya sedang membicarakan gambar berbentuk huruf “y” yang tadi terbalik; dua garis perlahan melebur menjadi satu, yang sepertinya melambangkan dunia yang sedang perlahan-lahan bertumpang tindih.

Xiao Yi bertanya, “Lalu, kebenaran yang kau sebut-sebut itu apa? Sebenarnya, seberapa banyak yang kalian ketahui?”

Pemuda itu menjawab, “Aku akan memberitahumu empat aturan tentang tumpang tindih dunia: Pertama, tumpang tindih yang sama, penumpukan yang berbeda. Kedua, selama proses tumpang tindih, dua benda berbeda yang menempati posisi ruang yang sama hanya salah satunya yang boleh ada. Ketiga, proses tumpang tindih ini berlangsung terus-menerus. Keempat, tumpang tindih tidak hanya terjadi pada masa kini, tapi juga pada masa lalu dan masa depan.”

Xiao Yi mendengarkan dengan saksama. Dua aturan pertama sudah ia ketahui, yang ketiga juga ia pahami setelah melihat gambar itu. Tapi aturan keempat baru kali ini ia dengar; ia tiba-tiba sadar, mungkin dunia sudah pernah bertumpang tindih lebih dari sekali.

Xiao Yi lalu bertanya, “Berapa kali sebenarnya kau mengalami tumpang tindih dunia? Apa yang terjadi pada kali-kali sebelumnya?”

Pemuda itu melambaikan tangan, lalu mengeluarkan selembar kertas, “Jangan buru-buru. Tanda tangani dulu perjanjian ini. Kalau kau sudah resmi menjadi anggota kami, aku akan menjawab semua pertanyaanmu tentang tumpang tindih dunia.”

Pemuda itu meletakkan perjanjian itu di atas meja, berikut sebuah pena logam tanpa tinta. Di atas meja itu hanya ada kedua benda tersebut.

Xiao Yi meneliti isi perjanjian itu, dan ternyata hanyalah kontrak kerja biasa. Pihak pertama tertulis “Perusahaan Xuan Zhong”, diwakili secara hukum oleh Chen Tianzhu, sedangkan kolom pihak kedua masih kosong.

Ia meneliti pasal-pasalnya, yang tertulis amat sederhana: pertama, tidak boleh membocorkan rahasia perusahaan; kedua, harus tunduk pada perintah atasan; ketiga, siap lembur kapan pun tanpa syarat sepanjang tahun. Ada juga hak pihak kedua—semua kebutuhan hidup, peralatan, dan akomodasi disediakan tanpa syarat oleh pihak pertama—sedangkan gaji, kolomnya masih kosong.

Pemuda itu berkata, “Isi saja gaji sesukamu. Toh kontrak ini cuma formalitas. Tapi setelah kau isi, namamu akan tercatat di arsip Perusahaan Xuan Zhong, supaya kau mudah menyamar sebagai karyawan kami.”

Xiao Yi belum menandatangani, dan tidak melanjutkan membaca, sebab Chen Tianzhu sudah mengatakan dengan jelas bahwa kontrak ini cuma formalitas.

Namun Chen Tianzhu menambahkan, “Tapi berapa pun yang kau tulis di kolom gaji, segitu pula aku akan membayarmu. Tulis saja sejuta per hari pun tak masalah, jangan seperti pendahulumu, Sun Ming, yang cuma berani menulis sejuta per bulan. Tapi semua itu bukan yang utama. Yang utama, hanya dengan bergabunglah kau akan tahu kebenaran dan bisa bertahan hidup.”

Xiao Yi mengangkat kepala, alisnya berkerut tipis. Meski tanpa jantung dan paru-paru ia jadi lebih tenang, bukan berarti ia kehilangan seluruh perasaan. Ia bertanya, “Maksudmu apa?”

Chen Tianzhu menjawab, “Aku jawab pertanyaanmu tadi. Termasuk kali ini, aku sudah mengalami tiga kali tumpang tindih dunia. Jarak antara yang pertama dan kedua tujuh tahun, sedangkan dari kedua ke ketiga hanya tiga tahun. Tahu artinya?”

Xiao Yi menjawab, “Artinya, tumpang tindih dunia akan semakin sering terjadi.”

Chen Tianzhu mengangguk, lalu melanjutkan, “Tapi kekuatan kami tidak bertambah secepat itu. Saat tumpang tindih dunia pertama, aku mendapat banyak uang dan membentuk tim bersenjata privat. Tapi di tumpang tindih kedua, timku musnah total, aku pun nyaris mati. Sekarang yang ketiga, menurutmu apa yang akan terjadi?”

Xiao Yi terdiam, berpikir beberapa detik, lalu menandatangani perjanjian itu.

Andai bukan karena kehilangan jantung dan paru-paru yang kini digantikan dua alat permainan itu, mungkin ia akan meragukan ucapan Chen Tianzhu. Tapi kini, ia memang perlu tahu kebenaran. Lagi pula, karena tumpang tindih dunia, gedung tempatnya bekerja berubah menjadi horor, dan bisa saja setelah badai reda, petugas Kantor Penanganan Khusus Kota S akan datang menangkapnya.

Bagaimanapun, hari itu adalah jadwal dinasnya di kantor, jadi pihak berwenang pasti akan datang menanyainya, menyelidiki dirinya. Jika rahasianya terbongkar, hukuman seumur hidup pun masih ringan—bisa saja ia akan dibedah, dijadikan objek eksperimen, atau bahkan dikloning.

Karena itu, bergabung dengan tim Chen Tianzhu mungkin pilihan terbaik, setidaknya ia bisa memanfaatkan kekuatan mereka untuk bersembunyi.

Xiao Yi lalu menulis gajinya: satu juta, dan di belakangnya ia tambahkan “per jam”.

Selesai menandatangani, ia melihat Chen Tianzhu menyeringai, lalu langsung bertanya, “Kau tahu siapa aku? Bagaimana kalau aku seorang buronan?”

Chen Tianzhu mengambil kembali perjanjian itu, lalu berkata, “Asal kau bisa memberi manfaat untuk timku, apa pun masalahmu akan kuatasi. Aku tak peduli siapa kau. Tapi kalau kau mengancam timku, maaf saja, kau pasti mati. Tak ada keraguan.”

Saat mengucapkan kalimat terakhir, aura ganas tiba-tiba menyelimuti tubuh Chen Tianzhu. Wajahnya tampak menyeramkan, bahkan bekas luka di lehernya pun terlihat jelas. Barangkali ia pernah dikhianati sebelumnya.

Namun, Chen Tianzhu segera menenangkan diri dan berkata, “Itu cuma etika paling dasar dalam tim. Aku yakin kau bisa menjaganya. Aku tak menulisnya di perjanjian, karena selembar kertas tak bisa mengekang siapa pun. Kalau kau ingin mundur sekarang, silakan. Perjanjian pun bisa dibatalkan. Tapi setelah benar-benar bergabung, kau tak bisa keluar seenaknya.”

Xiao Yi tidak gentar oleh ancaman Chen Tianzhu. Ia mulai bertanya, “Sekarang, bolehkah kau jelaskan rahasia tumpang tindih dunia itu? Tapi sebelumnya, aku ingin bertemu para senior di tim ini.”

Chen Tianzhu mengeluarkan alat komunikasi dari sakunya, lalu berbicara ke alat itu, “Sun Ming, ke ruang server sekarang. Temui anggota baru, sekalian bawa sebungkus rokok dan dua kaleng bir. Menunggu detik tumpang tindih dunia itu bikin tegang, rokokku sudah habis.”

Tak lama kemudian, Xiao Yi mendengar suara langkah kaki, lalu melihat seseorang membawa barang-barang di pelukan, membuka pintu dengan punggung, kemudian menundukkan kepala dan masuk.

Kesan pertama Xiao Yi terhadap orang itu: tinggi sekali!

Orang itu memang sangat tinggi—setidaknya satu meter sembilan puluh lima. Bahkan ia harus menunduk saat masuk, agar tidak membentur ambang pintu. Namun tubuhnya sangat kurus dan tampak gugup.

“Halo...” Orang itu menyapa Xiao Yi, tapi seketika kaleng bir yang dipeluknya terjatuh ke lantai.

Xiao Yi memperhatikan, gerak-gerik Sun Ming tampak kurang terkoordinasi. Mungkin karena tubuhnya terlalu tinggi dan kurus, sehingga keseimbangan tubuhnya pun buruk.

Chen Tianzhu menghampiri, mengambil kaleng bir itu, lalu memperkenalkan, “Namanya Sun Ming, aku rekrut dari Qinhua. Jangan remehkan dia, otaknya lebih berharga dari semua asetku. Tapi dia punya masalah, fobia sosial. Kalau bertemu perempuan seumuran, bicara pun tak mampu.”

Xiao Yi kembali melirik Sun Ming. Ia pernah melihatnya di video yang diputar di awal, tapi saat itu Sun Ming duduk, jadi tinggi badannya tidak terlalu kentara. Di depan kamera, Sun Ming juga tampak masih normal.

Sun Ming dengan gugup menaruh rokok dan bir di meja, lalu mengeluarkan tisu untuk menyeka keringat. Tentu saja bukan karena membawa barang-barang itu ia berkeringat, melainkan karena tegang.

Baru setelah Chen Tianzhu memintanya mengawasi data, ia tampak lebih tenang. Jelas terlihat, Sun Ming memang kurang cakap bergaul.

Saat itu, Chen Tianzhu mengambil sebungkus rokok berbungkus merah dari atas meja, menyelipkan satu batang ke mulut, lalu menyalakan dan menawarkan sebatang pada Xiao Yi.

Namun Xiao Yi menjawab, “Aku tidak merokok.”

Mendengar itu, Chen Tianzhu tersenyum tipis, seolah teringat sesuatu, lalu bertanya, “Apa kau juga takut rokok akan membunuh sel otakmu?”