Kau ini berniat ingin merawatku, ya?
Orang-orang di sekitar yang mendengar ucapan tersebut tidak lagi berani mengabaikannya. Ini adalah Lin Xiu! Tidakkah mereka melihat apa yang baru saja dilakukannya? Pipi selusin orang itu telah ditampar hingga bengkak, sementara Lin Xiu masih bisa bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Pria ini benar-benar mengerikan!
"Paman Kedua, kumpulkan bangkai-bangkai makhluk buas yang lebih berharga, dan biarkan sisanya dibagi-bagikan oleh mereka!" kata Lin Xiu kemudian.
Begitu mendengarnya, rona gembira terukir di wajah orang-orang banyak. Tampaknya tuan muda ini tidak terlalu kejam; meskipun dirinya menyantap mie, ia tetap menyisakan sedikit kuah untuk mereka.
"Minta setiap orang dari mereka untuk menyerahkan satu keping emas, lalu pilih secara acak seseorang untuk diberikan bangkai makhluk buas itu!" lanjut Lin Xiu kemudian.
Semua orang langsung menarik kembali pikiran mereka barusan. Lin Xiu ini benar-benar iblis!
Penduduk Kota Cangming tidaklah sedikit, dan orang-orang yang ingin mendapatkan bangkai makhluk buas untuk dijual jumlahnya setidaknya mencapai lima hingga enam puluh ribu orang. Harga jual satu bangkai makhluk buas berkisar antara lebih dari dua puluh hingga di bawah seratus keping emas. Terlebih lagi dengan jumlah sebanyak itu, masih banyak dari mereka yang bersedia mengambil risiko!
Namun, pemenang terbesar tentu saja adalah keluarga Lin. Dengan satu keping emas dari setiap orang, keluarga Lin setidaknya dapat mengumpulkan puluhan ribu keping emas!
Lin Xiu sama sekali tidak merasa bersalah mengenai hal ini. Penduduk Kota Cangming tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan dengannya, dan mereka bahkan hampir mencelakai anggota keluarga Lin hingga tewas. Bagi Lin Xiu, tidak menghabisi mereka saja sudah merupakan wujud kelonggaran yang sangat besar!
Sekarang ia hanya mengambil sedikit keuntungan dari mereka, untuk apa Lin Xiu harus merasa bersalah?
Lin Zhentan tentu tahu betul bagaimana cara menyikapi situasi seperti ini. Entah itu memanfaatkan kekuasaan orang lain atau sekadar bersandiwara, kali ini keluarga Lin benar-benar meraup keuntungan terbesar.
Jika inti kristal dari semua makhluk buas ini ditotal, harga jualnya diperkirakan tidak akan hanya bernilai beberapa juta saja, melainkan setidaknya puluhan juta. Bagaimanapun, di antara makhluk buas tersebut terdapat cukup banyak makhluk buas tingkat tiga.
Bagaimanapun juga, Lin Xiu memang telah menyelamatkan Kota Cangming kali ini. Terlebih lagi, jika bukan karena wibawa naga milik Lin Xiu yang menekan para makhluk buas di tempat ini, orang-orang di sini tidak mungkin mampu membunuh begitu banyak makhluk buas.
Oleh karena itu, sebagian besar orang tetap menyimpan rasa terima kasih yang mendalam kepada Lin Xiu.
Kali ini Lu Bu masih setia mengikuti Lin Xiu, lagipula ia adalah sosok yang wujudnya dapat bertahan selama dua4 jam. Hanya saja, sangat disayangkan sekali mengenai Bola Ajaib itu—Bola Ajaib yang bahkan mampu menangkap makhluk buas tingkat empat hingga tingkat lima dengan peluang seratus persen—harus terbuang begitu saja.
Naga Merah telah dibunuh oleh Lin Xiu, sehingga Bola Ajaib itu sama sekali sudah tidak berguna lagi.
Untungnya, saat terowongan ini terbuka, Lin Xiu telah mendapatkan Teratai Api Kemarahan Buddha, Api Jantung Bumi Teratai Hijau, serta Api Dingin Tulang Roh. Ditambah lagi masih ada satu peti harta karun berbentuk kristal yang belum dibuka, entah benda apa lagi yang bisa diperoleh darinya.
Pada saat ini, Lin Xiu mengikuti <i>Chen Xiang</i> kembali ke Kota Cangming. Mengingat <i>Chen Xiang</i> telah mengatakan bahwa ada urusan yang ingin dibicarakannya dengan Lin Xiu, Lin Xiu tentu tidak akan menolak kedatangannya.
Lin Xiu dan <i>Chen Xiang</i> berjalan memasuki kediaman keluarga Lin di bawah tatapan orang-orang yang dipenuhi rasa iri, cemburu, dan benci.
Di dalam kamar hanya ada Lin Xiu dan <i>Chen Xiang</i> berdua. Keduanya terdiam sejenak, membuat rona merah tipis terbesit di wajah <i>Chen Xiang</i>.
Ya ampun, kenapa wajahmu memerah? Apa kau ingin melakukan hal-hal senonoh kepadaku?
Tidak, aku sama sekali tidak boleh melakukan hal semacam itu, aku adalah seorang pria yang bermoral! Batin Lin Xiu merasa sangat kesal. Jika petualangan romantis ini datang sedikit lebih lambat, ia tentu tidak akan menolaknya. Lin Xiu melirik tingkat pencari harta karunya.
"Pencari Harta Karun Tingkat Empat, 37/40."
Hatinya benar-benar hancur lebur; jalan menuju seratus peti harta karun masih sangat panjang!
Lin Xiu benar-benar ingin melakukannya, tetapi keadaan tidak memungkinkan!
Tepat ketika Lin Xiu merasa sangat dilema di dalam hatinya, ia mendengar <i>Chen Xiang</i> akhirnya membuka suara: "Tuan Muda Lin Xiu, aku ingin memberitahumu satu hal, aku akan segera meninggalkan Kota Cangming!"
"Aku tidak setuju, aku adalah pria yang bermoral... Apa?" Lin Xiu tadinya berniat menolak niat buruk <i>Chen Xiang</i> terhadap dirinya dengan penuh ketegasan, tetapi begitu mendengar perkataannya, ia langsung sadar.
"Tuan Muda Lin Xiu, apa yang kau katakan? Pria bermoral yang mana? Kau tidak setuju?" tanya <i>Chen Xiang</i> dengan ekspresi penuh kebingungan.
"Ehem, maksudku sebenarnya aku merasa berat hati untuk berpisah dengan Nona <i>Chen Xiang</i>!" jawab Lin Xiu sambil tersenyum canggung. Ternyata dugaannya selama ini keliru.
"Aku... sebenarnya aku juga merasa berat hati berpisah dengan Tuan Muda Lin Xiu, itulah sebabnya aku datang menemui Tuan Muda Lin Xiu kali ini!" rona merah di wajah <i>Chen Xiang</i> semakin pekat saat mengatakannya.
Ketika <i>Chen Xiang</i> mendongakkan kepalanya, matanya tampak seolah-olah dapat berbicara. Wajahnya yang tanpa cela itu mampu menarik perhatian setiap pria, dan Lin Xiu tentu saja tidak luput dari pesonanya.
"Kau tidak berniat mengajakku pergi bersamamu, kan?" tanya Lin Xiu.
"Tuan Muda Lin Xiu, kau memiliki empat jiwa bela diri di dalam dirimu, bahkan ada jiwa bela diri tingkat sembilan. Jika kau bersedia pergi bersamaku, aku dapat menjamin bahwa kau akan mendapatkan pelatihan terbaik. Di masa depan, mencapai alam Kaisar Bela Diri bukanlah hal yang sulit!" ucap <i>Chen Xiang</i> memandang Lin Xiu dengan serius.
Mencapai alam Kaisar Bela Diri bukanlah hal yang sulit? Sungguh besar sekali nyali perkataanmu itu! Di seluruh Negara Da Qin, diperkirakan bahkan tidak dapat ditemukan lebih dari tiga orang yang berada di alam Penguasa Bela Diri. Seseorang di alam Kaisar Bela Diri adalah sosok yang mampu membalikkan sungai dan lautan, bagaimana mungkin orang seperti itu terdengar begitu murahan di dalam ucapan <i>Chen Xiang</i>?
"Nona <i>Chen Xiang</i>, apa kau berniat memeliharaku?" Lin Xiu berkedip dan bertanya.
Mendengar perkataan Lin Xiu, <i>Chen Xiang</i> tertegun sejenak, lalu sebuah senyuman terukir di wajahnya. Lin Xiu menyadari bahwa seluruh aura diri wanita itu telah berubah. <i>Chen Xiang</i> yang tadinya tampak seperti anak perempuan dari keluarga terpandang bagaikan teratai suci, kini memancarkan pesona yang memikat di setiap detik. Jika <i>Chen Xiang</i> yang sebelumnya adalah seorang peri, maka dirinya yang sekarang adalah seorang wanita iblis.
Kedua aura yang sangat berbeda ini justru muncul pada orang yang sama, sungguh sangat mengejutkan.
<i>Chen Xiang</i> menarik pakaian di tubuhnya hingga ke bagian bahu, memperlihatkan bahu putih mulusnya yang seputih salju. Ia perlahan melangkah mendekati Lin Xiu, gerak-geriknya memancarkan pesona yang teramat menggoda.
Tampak tangan <i>Chen Xiang</i> terulur menyentuh pipi Lin Xiu, sementara senyuman di wajahnya semakin terlihat memikat: "Tuan Muda Lin Xiu, kau adalah pria yang telah kupilih. Jika kau bersedia, kau bisa menjadi pria pertama dalam hidupku!"
Mendengar hal itu, Lin Xiu meraih tangan <i>Chen Xiang</i> dengan senyuman nakal terukir di wajahnya: "Kalau begitu, kita bisa langsung melewati malam pertama saja sebelum menikah!"
Mau bermain-main dengan nakal, ya? Memangnya tuan muda ini pernah takut pada siapa pun!
Meskipun saat ini raganya bukan seorang pria seutuhnya, jiwa Lin Xiu tetaplah seorang pria! Terlebih lagi, Lin Xiu sama sekali tidak percaya bahwa <i>Chen Xiang</i> akan benar-benar menyerahkan dirinya untuknya.
Benar saja, kalimat dari Lin Xiu tersebut membuat secercah kepanikan melintas di mata <i>Chen Xiang</i>, meski ia langsung memaksakan diri untuk tetap tenang dan berkata, "Tuan Muda Lin Xiu, apa kau sudah menyetujuinya?"
"Kita bisa membicarakan hal ini besok saja!" ucap Lin Xiu dengan senyuman penuh kelicikan sembari mengangkat tubuh <i>Chen Xiang</i> ke dalam gendongannya.
Mendengar itu, wajah <i>Chen Xiang</i> langsung merona merah padam. Entah bagaimana caranya, ia berhasil melepaskan diri dari gendongan Lin Xiu dalam sekejap.
"Tuan Muda Lin Xiu, kau benar-benar bukan orang yang sederhana!" <i>Chen Xiang</i> kembali berdiri di hadapan Lin Xiu, merapikan pakaiannya, lalu menghela napas seraya berkata.
"Nona <i>Chen Xiang</i> juga bukan orang yang sederhana. Lagipula, untuk apa kau menggunakan cara seperti ini untuk mengggodaku? Apa kau tidak tahu bahwa tuan muda ini adalah seseorang yang sangat tahan terhadap godaan?" ucap Lin Xiu dengan ekspresi tanpa dosa.