Bab 106: Berdasarkan Kedekatan Kita

Ketuk di sini untuk membuka peti harta karun. Pikachu-mu 2358kata 2026-03-31 17:38:47

Semua orang yang mendengar perkataan Li Wei pun merasa sangat terkejut. Demi mendapatkan kesempatan, Tuan Muda kedua keluarga Li itu bahkan rela memutuskan hubungan dengan keluarganya sendiri hanya untuk menjadi murid! Perlu diketahui, meskipun dia dianggap tak berguna, dia tetaplah Tuan Muda kedua keluarga Li. Namun kini, dia rela menjadi pelayan Lin Xiu, bahkan Lin Xiu belum tentu mau menerimanya sebagai murid. Tapi dia tetap melakukannya, hanya demi sebuah peluang!

Orang seperti apa sebenarnya Lin Xiu, hingga mampu membuat Li Li begitu tunduk?

“Kau ikut aku dulu. Nanti, kalau aku sudah merasa kau pantas, baru akan kuberi kesempatan menjadi peramu pil,” kata Lin Xiu.

“Baik, Tuan Muda Lin Xiu!” Li Li sempat tertegun, lalu wajahnya langsung berubah cerah penuh sukacita.

“Dasar bodoh, kenapa masih memanggil Tuan Muda?” Li Wei buru-buru menarik lengan kakak keduanya itu.

“Oh iya, seharusnya memanggil Guru! Terima kasih, Guru!” kata Li Li lagi.

Lin Xiu melambaikan tangan. “Sekarang kau belum jadi muridku, panggil saja Tuan Muda dulu.”

“Siap!” jawab Li Li.

Li Li memang bukan orang yang berbakat, tapi dia pekerja keras. Yang ingin Lin Xiu uji sekarang adalah tingkat kesetiaannya. Untuk hal seperti ini, Lin Xiu bisa memanfaat sistem untuk mengawasi.

Saat ini, tingkat kesetiaan Li Li pada Lin Xiu sudah mencapai enam puluh. Tak lama lagi, jika sudah delapan puluh, barulah Lin Xiu akan membantunya menjadi peramu pil.

Untuk saat ini, dia hanya bisa tetap tinggal dan mengikuti Lin Xiu!

Melihat semuanya akhirnya selesai, Li Wei pun bisa pulang dengan tenang.

Lin Xiu membawa Li Li, serta kedua pelayan perempuan, kembali ke kediaman keluarga Lin.

Namun Lin Xiu mendapati ada seorang tamu lagi yang datang. Kali ini tamunya adalah orang yang sudah dikenalnya.

“Tuan Muda Lin Xiu, Yang Xing dan Zhong Hu dari Istana Naga Mendalam datang berkunjung!” Seorang pelayan begitu melihat Lin Xiu, langsung melapor.

“Yang Xing? Zhong Hu?” Lin Xiu tersenyum mendengar nama itu. Sepertinya ini kesempatan emas baginya untuk mendapatkan uang.

Kedua orang itu bukan orang sembarangan. Mereka bisa mengeluarkan uang sebanyak itu, jelas bukan murid biasa dari Istana Naga Mendalam.

Tentu saja Lin Xiu tidak akan segan-segan ‘memeras’ mereka.

Namun saat Lin Xiu masuk ke aula utama, ia mendapati sebuah peti harta muncul di atas kepala Yang Xing—hal yang membuat Lin Xiu cukup terkejut. Hari ini saja dia sudah mendapat tiga peti, dan kini masih bisa menambah dua lagi.

Peti di kepala Yang Xing pun harus dia dapatkan.

Begitu melihat Yang Xing, Lin Xiu langsung menyambutnya dengan hangat, “Tuan Muda Yang Xing, lama tak jumpa, lama tak jumpa!”

Yang Xing sempat tertegun, tak menyangka Lin Xiu benar-benar datang memeluknya.

Namun tangan bayangan Lin Xiu sudah terulur ke atas kepala Yang Xing.

Rasanya hampir sama seperti tangan sendiri, dan bisa membuka peti harta itu.

“Ding, terdeteksi peti ini adalah Peti Perunggu. Waktu membuka peti: 45 detik. Mohon bersabar.”

Ternyata hanya Peti Perunggu. Lin Xiu agak kecewa, sebab selama ini barang dari Peti Perunggu selalu biasa saja. Tapi tak apa, isi peti memang bukan kehendaknya.

Yang Xing merasa aneh, kenapa dia seperti merasa ada sesuatu menyentuh kepalanya.

Tapi melihat kedua tangan Lin Xiu jelas-jelas sedang memeluk, dia tak pernah membayangkan Lin Xiu punya kemampuan semacam itu. Meski hubungan mereka belum sampai tahap bisa saling peluk saat bertemu, namun karena tujuan Yang Xing ke sini adalah untuk membeli ayam bertelur emas, dia pun tak ingin menunjukkan penolakan yang berlebihan.

Orang-orang yang melihat Lin Xiu dan Yang Xing berpelukan mengira hubungan mereka sangat dekat.

Lin Zhentian akhirnya bisa bernapas lega. Rupanya Lin Xiu bukan hanya jago membuat masalah, tapi juga bisa menjalin hubungan baik dengan orang-orang Istana Naga Mendalam. Jika demikian, mungkin keluarga Lin takkan terlalu dimusuhi banyak pihak.

Sedangkan Shuang Er dan Su Long justru merasa aneh. Mereka tahu persis hubungan Yang Xing dan Tuan Muda mereka tak sedekat itu, tapi kenapa Lin Xiu begitu ramah?

“Tuan Muda Lin Xiu, tujuan kedatangan saya hari ini adalah untuk membicarakan sesuatu,” ujar Yang Xing sambil tersenyum.

“Dengan hubungan kita, apa pun itu silakan kau katakan. Asal bukan hal yang tak bisa kulakukan, pasti akan kukabulkan!” Lin Xiu menepuk dadanya.

Hubungan apa? Kalau yang tak bisa kau lakukan malah kau setujui, gunanya apa? Dasar sengaja cari gara-gara!

Begitu pikir Yang Xing, walau mulutnya tetap berkata, “Tuan Muda Lin Xiu, aku datang kali ini ingin membeli lima ekor ayam betina milikmu. Dulu kau sudah sebutkan harganya, dan kini aku sudah menyiapkan cukup uang. Kuharap kau mau menjual lima ekor ayam itu padaku.”

“Oh begitu, begitu!” Lin Xiu menjawab, tapi perhatiannya justru tertuju pada notifikasi sistem.

“Ding, selamat kepada host karena berhasil membuka Peti Perunggu. Host mendapatkan barang istimewa: Bunga Cermin!”

Bunga Cermin, sejenis bunga pengintai. Setelah diletakkan, bunga ini dapat memantulkan bayangan apa pun yang diamatinya hingga radius lima puluh li, dan hanya bisa digunakan sekali sebelum layu.

Bunga ini tampaknya memang alat pengintai, hanya saja karena berasal dari Peti Perunggu, syaratnya cukup banyak dan hanya bisa dipakai sekali. Sebenarnya tidak terlalu berguna, tapi Lin Xiu tiba-tiba terpikir, mungkin saja benda ini masih ada gunanya sekarang.

Dengan sifat pelitnya, Lin Xiu jelas takkan membiarkan Yang Xing lolos. Karena Yang Xing sendiri yang datang, kalau tidak dipermalukan sedikit, bukankah gelarnya sebagai ‘Raja Pemeras’ jadi sia-sia?

“Tentu saja tidak masalah, Tuan Muda Yang Xing. Kalau memang kau ingin lima ekor ayam betina itu, asal kau bayar, pasti akan kujual!” jawab Lin Xiu.

Lin Zhentian terkejut. Itu kan ayam betina yang bisa bertelur emas, bagaimana bisa dijual begitu saja?

“Lin Xiu, bisakah kita bicarakan lagi soal ini?” Lin Zhentian buru-buru berkata. Meski Lin Xiu sudah pernah membahasnya, dia tetap merasa itu merugikan.

Menurut Lin Zhentian, selama masih ada ayam-ayam itu, mendapatkan sepuluh juta masih sangat mungkin.

“Tak perlu, Paman Kedua. Aku sudah memutuskan, lima ekor ayam betina itu akan kujual seharga sepuluh juta keping emas. Memang aku sedikit rugi, tapi mendapatkan persahabatan Tuan Muda Yang Xing rasanya sangat berharga!” kata Lin Xiu tanpa ragu.

Kau rugi dari mana? Sepuluh juta hanya untuk lima ekor ayam, itu kau masih bilang rugi? Yang Xing benar-benar ingin marah. Persahabatan macam apa yang harganya semahal itu!

Tentu saja, menurut Yang Xing, lima ekor ayam itu memang sangat berharga, maka dia rela membayar harga itu. Namun, kalau memang mau membeli, tak bisa sembarangan begitu saja.

Sepuluh juta memang tidak sedikit. Lin Zhentian sempat ragu, namun akhirnya tak lagi menolak.

“Tuan Muda Lin Xiu, meski kita sudah sepakat, bisakah harganya sedikit diturunkan? Atau, bolehkah kami melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana ayam itu bertelur emas?” tanya Yang Xing.

“Harga tidak bisa dikurangi. Tapi kalau Tuan Muda Yang Xing ingin melihat, itu bukan masalah. Hanya saja, hanya kau sendiri yang boleh melihat, karena kalau lebih dari satu orang, aku jadi malu,” jawab Lin Xiu sambil mengedipkan mata.

Yang Xing pun jadi kesal. Yang bertelur emas itu kan ayam, bukan kau, kenapa harus merasa malu?