Bab 90: Pria yang Memikul Keadilan
“Benar sekali, apa kau tidak mau mengakuinya? Panda milikku, Jingjing, sudah lama hidup bersamaku. Entah siasat apa yang kau gunakan hingga berhasil merebutnya dariku. Kau sungguh keterlaluan!” Lin Xiu tanpa ragu mulai memfitnah gadis berbaju hijau itu.
Gadis berbaju hijau itu benar-benar marah. Susah payah ia menangkap makhluk ajaib yang begitu menarik, dan kini orang di depannya malah ingin merebut hewan peliharaannya!
“Apa yang kulakukan yang keterlaluan? Aku sudah bicara baik-baik tapi kau tak mau dengar. Kalau kau tak percaya, tanya saja langsung pada Jingjing! Jingjing, katakan, bukankah kau hewan peliharaanku?” Lin Xiu mengangkat panda itu, menaruhnya di tangannya.
“Kau sudah gila? Kau pikir makhluk ajaib ini bisa mengerti ucapanmu? Sungguh lucu... apa?!” Kalimat gadis berbaju hijau itu belum selesai, ia sudah melihat panda itu mengangguk.
“Kau lihat sendiri, kan? Kau berani-beraninya mencuri hewan peliharaanku, bahkan menyiksanya. Aku sudah dengar sendiri pengakuannya. Katanya, kau tiap hari memukulnya, tak memberinya makan, memaksanya tampil, bahkan... kau benar-benar kejam!” Lin Xiu menunjuk gadis berbaju hijau dengan wajah penuh kemarahan, seolah gadis itu telah melakukan kejahatan besar.
Memukul tiap hari? Tidak memberi makan? Memaksa tampil? Itu saja sudah cukup buruk, tapi apa maksud tuduhan berikutnya? Berani-beraninya menuduhku! Jelaskan tuduhanmu itu!
“Kau bicara apa?!” Mata gadis berbaju hiju dipenuhi amarah, hatinya ingin meledak. Sejak kecil, belum pernah ada yang berani berkata padanya seperti ini.
“Itu bukan kata-kataku, tapi kata-kata Jingjing! Jingjing, benar begitu, kan?” tanya Lin Xiu lagi.
Panda yang berada di tangan Lin Xiu langsung mengangguk, bahkan memeragakan ekspresi sangat malang. Wajahnya yang menggemaskan dan menyedihkan itu membuat orang-orang di sekitar merasa iba, lalu mulai menuding gadis berbaju hijau.
Shuang'er dan Su Long hanya bisa tersenyum miris. Kalau bukan karena tahu panda itu baru saja bertemu Lin Xiu, dan tahu Lin Xiu memang tak pernah punya panda, mungkin mereka juga sudah percaya cerita Lin Xiu.
Satu-satunya orang yang bisa mengubah hitam jadi putih, memang hanya tuan muda mereka!
“Kalian keterlaluan, aku sama sekali tidak melakukan hal itu!” seru gadis berbaju hijau.
“Hanya karena kau bilang tidak, berarti memang tidak? Nih, satu keping emas, anggap saja ongkos repotmu mengembalikan Jingjing padaku. Ambil dan pergilah!” kata Lin Xiu santai.
Karena kini ia sudah jadi tuan muda, tak ada salahnya berperan sebagai tuan muda nakal. Sekarang ia hanya kurang satu pengikut setia dan satu penasihat licik, maka lengkap sudah ia menjadi tuan muda jahat.
Alasan Lin Xiu begitu tak ramah, terutama karena gadis itu berani-beraninya menangkap panda. Panda itu, pada masa lalu di Tiongkok, adalah harta nasional! Mana mungkin makhluk dari dunia lain boleh memilikinya?
“Kau... Kau berani merebut hewan peliharaanku? Kalau begitu, jangan salahkan aku!” Gadis berbaju hijau itu langsung memanggil roh senjatanya—dua bilah pedang pendek.
Kini di tangannya sudah ada dua pedang. Jelas ia siap bertarung.
Su Long pun segera mengeluarkan gelang saktinya. Wajah Tang Long tampak gelisah. Dalam situasi seperti ini, haruskah ia turun tangan membantu? Melihat dari penampilan gadis itu, jelas bukan orang biasa. Tapi jika tidak membantu Lin Xiu, bagaimana nasib mereka? Jika Lin Xiu marah, masihkah ia mau menyembuhkan Tang Yuan?
“Mau bertarung? Kau berani melawan tuan muda sepertiku? Apa kau tahu siapa aku ini?” Lin Xiu mengibaskan jubahnya. Di balik punggungnya, samar-samar terlihat tulisan besar—KEADILAN!
Jubah tuan muda ini tampak gagah sekali. Shuang'er, yang berdiri di belakang Lin Xiu, agak terkejut melihat tulisan “KEADILAN” itu.
“Siapa kau?” tanya gadis berbaju hijau. Sikap lawannya yang begitu congkak, pasti bukan orang sembarangan.
“Aku adalah pria pembawa keadilan! Dikenal sebagai Pahlawan Cangming, Tinju Besi Karp! Jika kau berani menantangku, delapan ribu anak buahku siap menghajarmu seratus kali!” Lin Xiu berkata sambil menunjukkan senyum licik.
“Kau...” Wajah gadis berbaju hijau langsung memerah, antara malu dan marah.
Bagaimana bisa ada pria yang berkata sefrontal dan sekasar ini?
Wajah Su Long pun berubah aneh. Sepanjang ia di keluarga Lin, orang yang ia temui tak sampai delapan ribu orang. Jelas tuan muda sedang menggertak lagi.
“Apa? Kalau kau tahu diri, segeralah pergi. Aku pun takkan mempermasalahkan kau mencoba mencuri Jingjing dariku. Tapi jika tidak, jangan salahkan aku!” kata Lin Xiu lagi.
Belum pernah ia bertemu orang sebrengsek ini!
Jelas-jelas merebut hewan peliharaanku, malah menuduh aku mencurinya darimu? Keterlaluan! Bagaimana bisa ada orang seperti ini!
Gadis itu menggertakkan giginya. “Kau benar-benar melampaui batas! Panda itu jelas-jelas milikku, kau malah merebutnya dan memfitnahku!”
Lin Xiu hanya melambaikan tangan. “Di mana aku memfitnahmu? Tanyakan saja pada Jingjing, dia patuh padamu atau padaku?”
Gadis berbaju hijau menatap panda di tangan Lin Xiu, hatinya makin kesal. Ia tak habis pikir kenapa makhluk ajaib itu tak mau mendengarkannya, tapi patuh sekali pada Lin Xiu.