Bab 2: Kamu Hebat
Membantah! Berani-beraninya membantah? Dan sikapnya pun begitu keras! Wajah Li Min tampak tak percaya saat menatap Lin Tian. Setelah terdiam sejenak, tiba-tiba Li Min menjadi marah dan berkata dengan nada tinggi, "Baiklah, coba kamu jelaskan cara mengerjakan soal nomor 20! Kalau kamu bisa menyelesaikannya, aku akan minta maaf padamu, bahkan jika nanti kamu tidak masuk kelas pun aku takkan peduli!"
"Hmph!" Setelah berkata demikian, Li Min mendengus kesal, memandang Lin Tian dengan tatapan tidak bersahabat.
Kamu bisa menjawabnya? Sungguh lucu!
Li Min sangat tahu kemampuan Lin Tian. Soal ini jelas tidak mungkin bisa dia jawab! Pada saat yang sama, semua siswa di kelas menatap Lin Tian, ada yang merasa kasihan, ada pula yang merasa senang melihat kesulitannya.
Namun, bagaimanapun juga, semua orang yakin Lin Tian tidak akan bisa menjawabnya. Semua sudah tahu nilai Lin Tian, jangankan di tingkat sekolah, di kelas saja nilainya selalu yang paling rendah!
Dia bisa menjawabnya? Sama sekali tidak mungkin!
Tapi Lin Tian tidak berpikir begitu. Dengan bantuan kekuatan barunya, kini ia sangat percaya diri. Soal nomor dua puluh, begitu mendengar ucapan Li Min, Lin Tian menunduk menatap lembar soal di tangannya. Soal nomor dua puluh adalah soal uraian.
Soal ini sangat sulit, saat ujian hanya ada dua siswa di kelas yang berhasil menjawabnya dengan benar.
Dulu, jika melihat soal seperti ini, pasti Lin Tian sudah pusing tujuh keliling. Tapi sekarang...
Begitu melihat soal tersebut, di benaknya langsung muncul sederet rumus, semuanya terangkai dengan otomatis di pikirannya.
Menyadari hal ini, Lin Tian pun merasa tenang, lalu dengan penuh percaya diri ia berkata, "Karena a=1; b=2; x=1... dari sini didapat m=3/2, dan melalui m bisa diturunkan..."
Saat Lin Tian perlahan menjelaskan, semua orang langsung terdiam.
Bahkan Li Min pun terpaku menatap Lin Tian!
Benar! Jawabannya benar seluruhnya!
Cara berpikir Lin Tian sangat jelas, urutannya rapi, dan setiap rumus yang digunakan sangat tepat!
Semuanya benar!
Ternyata dia benar-benar tahu jawabannya!
Li Min menatap Lin Tian dengan tatapan tak percaya, seakan ia sendiri tidak yakin dengan apa yang baru saja dilihatnya...
Ini... ini masih siswa yang sama seperti dulu?
Siswa yang dianggap bodoh dan gagal?
Bukan hanya Li Min, seluruh siswa di kelas pun menatap Lin Tian dengan melongo, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Ketika Lin Tian selesai menjelaskan, Li Min masih tampak terguncang.
Melihat ekspresi Li Min, Lin Tian mengangkat alis, sekilas tampak rasa meremehkan di wajahnya.
Huh! Soal semudah ini saja mau membuatku kesulitan?
Kamu bilang aku bodoh? Justru kamulah yang bodoh!
Demikian pikir Lin Tian dalam hati dengan nada meremehkan.
Melihat Lin Tian berhasil menjawab, awalnya Li Min sudah berniat memaafkannya. Namun, begitu melihat ekspresi Lin Tian yang meremehkan, ia langsung mengerutkan dahi dan berkata dingin, "Coba kerjakan soal nomor 30!"
Soal nomor 30 adalah yang paling sulit di seluruh ujian, dan Li Min sendiri pun belum sempat membahasnya. Ia sama sekali tak percaya Lin Tian bisa menjawabnya.
Soal ini, satu angkatan pun hanya segelintir siswa yang bisa mengerjakannya!
Kalau tidak diberi pelajaran, kamu tidak akan tahu diri!
Li Min menatap Lin Tian dengan tidak senang, merasa murid ini benar-benar terlalu sombong.
Soal nomor tiga puluh?
Mendengar itu, Lin Tian menunduk, mengamati sejenak, dan sekali lagi sederet rumus bermunculan di pikirannya, terangkai otomatis membentuk jawaban!
Sama sekali tidak sulit!
Lin Tian tersenyum percaya diri, "Soal ini seperti ini, diketahui a tidak sama dengan 0, sekaligus b kurang dari 0... maka ketika a lebih besar dari 0..."
Saat Lin Tian perlahan menjelaskan, Li Min kembali dibuat tertegun.
Benar-benar bisa dijawab? Dan jawabannya pun benar seluruhnya?
Ini... apa yang sebenarnya terjadi?
Li Min menatap Lin Tian yang penuh percaya diri dengan pandangan tercengang.
Banyak siswa lain sebenarnya tidak begitu paham soal ini, dan tidak tahu apakah jawaban Lin Tian benar atau tidak, namun dari ekspresi Li Min yang tertegun dan tak percaya, jelas Lin Tian menjawab dengan benar.
Lin Tian benar-benar berhasil menjawab soal tersulit!
Menyadari hal itu, para siswa di kelas pun merasa tidak percaya, sebab hal ini benar-benar di luar dugaan.
Dengan kemampuan Lin Tian seperti biasanya, mustahil ia bisa menjawab soal ini.
Melihat Li Min sampai tidak bisa berkata-kata, Lin Tian mengangkat alis dan berkata dengan nada tajam, "Guru, tolong hargai saya, saya bukan siswa bodoh! Dan saya masih menunggu permintaan maaf dari Anda!"
"Hmph!" Li Min yang semula masih terkejut, mendengar ucapan Lin Tian langsung mendengus dingin, tidak hanya menolak meminta maaf, malah berwajah muram dan langsung berjalan keluar kelas!
Ia tidak sanggup meminta maaf pada Lin Tian, apalagi pada siswa yang selama ini dianggap paling buruk!
Namun, setelah dipermalukan oleh Lin Tian, ia pun merasa tidak pantas lagi berada di kelas itu. Maka, dengan kesal ia pun meninggalkan ruangan.
Begitu Li Min berlalu dengan wajah muram, kelas yang tadinya sunyi langsung menjadi riuh.
Semua siswa mulai ramai membicarakannya.
"Lin Tian, hebat juga kamu! Tak kusangka kamu sekeren itu!" Begitu Li Min pergi, Wang Gang langsung menatap Lin Tian dengan wajah penuh kekaguman.
Ia benar-benar tidak menyangka teman sebangkunya hari ini begitu hebat!
"Keren!" Jiang Zhong yang duduk di depan Lin Tian, menoleh dan mengacungkan jempol, berkata dengan penuh semangat, "Kak Lin, kamu benar-benar keren, kamu lihat sendiri kan, kamu berhasil membuat si singa betina itu marah sampai keluar kelas!"
Keren! Benar-benar keren!
Jiang Zhong terlihat sangat gembira, seolah dirinya sendiri yang telah mengusir Li Min dari kelas.
Jiang Zhong sama seperti Lin Tian, termasuk siswa yang sering dipandang sebelah mata di kelas, dan mereka kerap mendapat perlakuan diskriminatif dari Li Min. Tak heran mereka pun menaruh dendam pada guru itu.
Bahkan, karena itu mereka memberi julukan Li Min sebagai "singa betina".
Namun, selama ini meskipun mereka membenci Li Min, tak seorang pun berani membantahnya. Tapi kini, Lin Tian berhasil melakukan apa yang tak mampu mereka lakukan.
Bahkan, Lin Tian berhasil membungkam Li Min, membuatnya pergi dengan wajah malu!
"Lin Tian, hebat!"
Tak henti-hentinya terdengar suara kekaguman dari teman-teman sekelas, terutama dari mereka yang nilainya juga biasa-biasa saja.
"Hehe..." Lin Tian hanya tersenyum tipis, tampak tidak terlalu peduli.
Kini, perhatiannya sudah tidak lagi tertuju pada hal-hal seperti ini. Dengan bantuan kekuatan barunya, semua ini hanyalah persoalan kecil baginya.
Bagi Lin Tian, sekarang yang terpenting adalah kekuatan barunya!
Lin Tian mengabaikan keramaian di kelas, dan mulai memusatkan pikirannya pada kekuatan istimewa yang ia miliki.
"Kekuatan ini masih terlalu lemah dan terbatas. Sekarang aku hanya punya dua kemampuan, dan keduanya pun tidak terlalu kuat. Bagaimana caranya menambah dan memperkuat kekuatanku..."
Lin Tian menopang dagunya, merenung, "Menurut informasi yang kudapat, untuk memperkuat kekuatan ini, aku harus mewujudkan keinginan gadis-gadis cantik. Setelah keinginan mereka terpenuhi, aku akan mendapat poin kekuatan untuk memperkuat kemampuanku."
"Menurut sistem, tidak semua perempuan memenuhi syarat, hanya yang dianggap cantik oleh sistem. Mungkin harus ada konfirmasi dari sistem." Pikir Lin Tian sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
Ia pun mulai mengamati para siswi di kelas.
Tatapan Lin Tian menyapu seluruh siswi satu per satu, namun sistem kekuatan dalam otaknya tidak menunjukkan reaksi apa pun.
Artinya, tidak ada satu pun siswi di kelas yang memenuhi syarat.
"Benar-benar pemilih, entah seperti apa perempuan yang bisa lolos syarat itu!" Lin Tian bergumam dalam hati.
Tanpa terasa, waktu pelajaran pun habis. Sampai bel berbunyi, Li Min tak kunjung kembali ke kelas.
Lin Tian tidak terlalu memusingkan hal itu, ia hanya melirik jadwal pelajaran di mejanya dan mendapati bahwa pelajaran selanjutnya adalah biologi.
"Pelajaran biologi?" Melihat jadwal itu, mata Lin Tian langsung berbinar, wajahnya pun tampak penuh harap.
Lin Tian sangat menyukai pelajaran biologi, karena ia adalah ketua bidang pelajaran biologi di kelas. Meski nilainya biasa-biasa saja, namun untuk pelajaran biologi, nilainya selalu bagus.
Terlebih lagi, guru biologi mereka adalah seorang wanita cantik yang sangat terkenal!
Seluruh sekolah mengenalnya sebagai guru tercantik!