Bab 24 Donor Sumsum Tulang
Rong Sanyue menoleh ke belakang mengikuti suara itu, namun ia tak dapat melihat siapa yang baru saja berbicara.
Namun, siapa yang mengatakannya kini sudah tidak penting lagi.
Tidak heran jika barusan Sheng Shijue bersikap aneh, bahkan seolah ingin menyerahkannya begitu saja.
Ternyata... akan ada pertunangan.
Rong Sanyue tiba-tiba merasa, semua hal yang terjadi belakangan ini—sifat asli Xue Peng yang terbongkar, Sheng Shijue yang melepaskannya, pihak rumah sakit yang bersikeras ingin membereskan urusannya—seakan berbarengan memutuskan kaitan terakhirnya dengan Kota Laut.
Roda takdir berputar rapat tanpa celah, mendorong hidupnya menuju babak berikutnya.
Mungkin, sekarang memang saatnya ia membawa Rong Xiu dan Chuo-chuo pergi dari tempat ini, mengucapkan selamat tinggal pada segala penyesalan, cinta, dan dendam di sini.
Rong Sanyue menenangkan perasaannya, menanyakan letak dapur, lalu memutuskan untuk melihat Rong Xiu terlebih dulu.
Saat melewati sebuah teras, dari sudut matanya ia melihat Tang Nianxin sedang berdiri bersama si Gadis Berkepang.
Keduanya berdiri sangat dekat, entah apa yang sedang mereka bisikkan, tampaknya Gadis Berkepang agak tak terima.
Sheng Jing sendiri entah ke mana perginya.
Rong Sanyue tak berminat menyelidiki lebih lanjut, ia langsung mencari dapur.
Ada banyak orang membantu di dapur, namun kehadiran Rong Sanyue tetap menarik perhatian semua orang di sana.
“Nyonya, Anda salah tempat, pesta ada di...”
Rong Sanyue mengedarkan pandangan, tidak melihat Rong Xiu, akhirnya bertanya, “Maaf, saya sedang mencari Rong Xiu.”
Perempuan gemuk di depannya sempat menampakkan raut curiga, tapi tetap menunjuk ke suatu arah. “Oh, dia bilang dadanya sesak, jadi pergi istirahat.”
Dadanya sesak?
Rong Sanyue teringat komplikasi lupus, buru-buru berbalik untuk mencari.
Namun ia salah arah, sehingga kembali lagi ke dapur.
“Dia memang paling manja, setiap kali merasa tidak enak badan pasti langsung malas-malasan, semua pekerjaan jadi jatuh ke tangan kita.”
“Hus, jangan bicara lagi, siapa suruh si pemilik rumah memihak dia!”
Rong Sanyue sadar mereka sedang membicarakan Rong Xiu.
Pemilik rumah memihak Rong Xiu?
Jangan-jangan selama ini pujian Rong Xiu tentang keluarga Tang bukan sekadar menenangkannya, tapi memang benar adanya?
“Kalian yang baru di sini pasti belum tahu, Rong Xiu itu kelihatannya polos, padahal sebenarnya pintar sekali mengambil hati orang.”
“Ajarin dong, Kak Jiao, kita mau belajar juga.”
Awalnya Rong Sanyue tak ingin mendengarkan ocehan mereka, namun ucapan perempuan gemuk bernama Kak Jiao itu membuatnya terpaku di tempat.
“Kalian pasti tak bisa menirunya, ini butuh nekat sampai rela berkorban! Empat tahun lalu, Nona Tang pernah salah didiagnosis leukemia, kalian tahu tidak, Rong Xiu malah pergi ke rumah sakit untuk cek kecocokan dan ingin mendonorkan sumsum tulang buat Nona Besar!”
Terdengar seruan kagum bergantian di dapur, sementara Rong Sanyue sendiri lama tak bisa bergerak.
Empat tahun lalu...
Mendonorkan sumsum tulang?
Meski tahun itu hidup Rong Sanyue sendiri kacau balau, tapi tak mungkin ia melewatkan hal sebesar itu.
Hanya ada dua kemungkinan—entah mereka sedang mengada-ada, atau Rong Xiu memang menyembunyikan masalah sebesar ini darinya.
Rong Sanyue pun mencari ruang istirahat para pembantu, mendapati Rong Xiu sedang bersandar di kepala ranjang berpura-pura tidur.
“Kak.”
Rong Xiu membuka mata dengan bingung, lalu secara refleks memanggil, “Adik.”
Hati Rong Sanyue terasa melunak, sebab selama ini Rong Xiu selalu memanggil namanya saja, baru kali ini bersikap begitu akrab.
Ia menjawab lembut, “Iya, Kak, bagian mana yang terasa tidak enak?”
Wajah Rong Xiu tampak pucat, ia menarik napas dua kali sebelum menjawab pelan, “Oh, Sanyue.”
“Apa?”
“Tidak apa-apa, aku cuma bilang masih pusing, tidak ada tenaga.”
Berarti ada kemungkinan penyakitnya sudah menjalar ke sistem kardiovaskular, hati Rong Sanyue makin berat.
Terpikir oleh kata-kata yang baru saja didengarnya, ia tak tahan untuk bertanya, “Kak, badanmu sudah seperti ini, kenapa tadi aku dengar orang bilang, kamu pernah cek kecocokan untuk mendonorkan sumsum tulang ke Tang Nianxin? Bagaimana bisa kamu bercanda dengan tubuhmu sendiri seperti itu?”