Bab 5 Sistem Penambahan Kekuatan Tak Terkalahkan Sang Petualang!
Larut malam, Ye Ling kembali ke panti asuhan.
Panti asuhan itu terletak tidak jauh dari toko senjata, di kawasan yang bisa dibilang sebagai bagian paling miskin di kota ini. Menyebutnya sebagai daerah kumuh pun tidak berlebihan.
Ye Ling menatap bangunan panti asuhan yang tidak seberapa besar itu, lalu mengeluarkan kunci dari sakunya. Suara derit gerbang besi yang beradu bergema di kesunyian malam.
Kini, panti asuhan itu sudah sepi. Selain Ye Ling, Ye Ming, dan sang pimpinan panti, tidak ada orang lain yang tinggal di sana. Dulu, Ye Ling dan Ye Ming dibuang di depan pintu panti asuhan tepat saat pimpinan panti berencana untuk menutupnya.
Ye Ling memandang sekeliling tempat ia menghabiskan delapan belas tahun hidupnya. Saat ia melangkah masuk, sebuah lampu di gedung tak jauh dari sana menyala. Seorang wanita tua berambut kelabu menjulurkan kepalanya dari dalam. Wajahnya tampak ramah, dengan kacamata baca bertengger di hidungnya.
"Ye Ling, kau baru pulang kerja? Pasti lapar, ya?"
"Kalau lapar, biar Ibu buatkan sesuatu untuk dimakan."
Wanita tua itu adalah Fang Xiumin, pimpinan panti asuhan tersebut.
Ye Ling menggelengkan kepala. "Bu, saya sudah makan di tempat Kakek Meng tadi. Tidak lapar."
Melihat niat baik Bu Fang, Ye Ling menjelaskan bahwa ia sudah makan.
"Hehe, apa masakan Pak Meng tua itu bisa dimakan?" Bu Fang terkekeh.
Ye Ling tersenyum. "Lumayanlah."
Ye Ling kemudian menceritakan kejadian kebangkitan bakatnya hari ini, meski ia berbohong soal profesi yang ia bangkitkan. Karena Fang Xiumin adalah orang biasa yang tidak mengalami kebangkitan bakat, ia tentu tidak bisa melihat panel status milik Ye Ling. Ye Ling juga sudah berpesan kepada Meng Hai agar Bu Fang tidak perlu khawatir.
"Baguslah, baguslah. Asalkan sudah bangkit, itu sudah cukup," ucap Fang Xiumin sambil tersenyum. "Kau pasti lelah seharian ini, istirahatlah."
Fang Xiumin terdiam sejenak, seolah teringat sesuatu. "Soal Xiao Ming, jangan khawatir. Kata dokter pemulihannya bagus. Hari ini dia bahkan sudah bisa menyantap makanan yang Ibu masak."
Mendengar itu, Ye Ling mengangguk lega. "Syukurlah kalau begitu."
Tak lama kemudian, setelah berpamitan dengan Bu Fang, Ye Ling segera membersihkan diri.
***
Ia berbaring di tempat tidurnya yang terletak di ruangan yang sangat rapi. Meski agak usang karena dulunya adalah ruang kelas panti asuhan, ruangan itu cukup layak ditinggali. Di dalam lemari hanya ada beberapa potong pakaian, dan buku-buku sekolahnya tertata rapi di sudut ruangan.
Ye Ling menyalakan lampu meja dan meletakkan kotak pemberian Meng Hai di atas meja. Di bawah cahaya lampu yang temaram, tombak perak itu memancarkan kilau redup.
Ye Ling menyipitkan matanya dan membentangkan cetak biru tersebut. Ia mendapati bahwa struktur yang tadinya rumit kini terasa sangat mudah dipahami. Begitu menyentuh kertas cetak biru itu, ia merasa seolah komponen-komponen yang tergambar di dalamnya muncul begitu saja di depan matanya.
Ye Ling menatap cetak biru yang melayang di hadapannya dan bergumam, "Pasti ini adalah kemampuan pasif dari profesi Penempa."
Setiap profesi memiliki kemampuan untuk memperkuat atribut bawaannya. Misalnya seorang penyihir, ia akan lebih peka terhadap mantra sihir. Saat meneliti cetak biru tersebut, Ye Ling merasa kagum pada sosok pendahulu pengembara (free-class) ini yang mampu menciptakan begitu banyak variasi pada tombak perak sekecil itu.
Melihat tulisan kecil yang padat di sana, Ye Ling terkejut. "Cih, menurut catatan di sini, sepertinya ini bisa dikembangkan menjadi tiga puluh enam jenis senjata..."
Kemudian, Ye Ling menatap panel profesinya.
"Sekarang aku sudah menguasai lima profesi..."
"Di antaranya, Penyihir Array Sihir dan Penempa, keduanya terbuka secara tiba-tiba."
Ye Ling duduk di kursi, menyipitkan matanya. Setahunya, seorang pengembara yang berhasil bangkit hanya bisa menggunakan tiga kemampuan profesi yang diberikan secara acak. Itu pun hanya kemampuan tingkat terendah dan tidak bisa menggunakan kemampuan tingkat lanjut.
Ye Ling terdiam sejenak. "Sekarang aku sudah punya lima profesi. Sepertinya untuk membuka profesi-profesi ini diperlukan syarat tertentu."
Ye Ling terus mengingat situasi saat ia membuka profesi-profesinya. Tak lama, ia tersentak.
"Jangan-jangan, aku hanya perlu bersentuhan dengan praktisi profesi lain untuk membuka profesi mereka?"
Spekulasi ini baru saja terpikirkan olehnya. Saat pertama kali membuka profesi Penyihir Array Sihir, ia sempat bersentuhan dengan guru di altar upacara kebangkitan. Lalu saat membuka profesi Penempa, itu terjadi tepat saat ia menerima cetak biru.
Ye Ling bergumam, "Hal ini sudah jelas. Mungkin besok aku tinggal mencari seseorang untuk mencobanya."
***
Ye Ling merapikan tombak perak itu. Berkat kemampuan pasif Penempa, ia kini sudah hafal isi cetak biru tersebut di luar kepala.
Setelah berbaring di tempat tidur, ia mulai mempelajari kemampuannya. Keunggulan profesi pengembara adalah mampu menguasai kemampuan dari beberapa profesi sekaligus.
Dengan satu pikiran, sebuah pohon kemampuan yang jernih dan memancarkan cahaya biru muncul di hadapan Ye Ling. Di sana terdapat banyak kotak hitam, dan hanya kemampuan dari profesi yang sudah ia buka yang terlihat. Sisanya kosong.
Ye Ling membuka pohon kemampuan itu dan melihat poin kemampuan yang bisa ia alokasikan. Ada lima poin!
Lima profesi, masing-masing memberikan satu poin. Biasanya, setiap naik satu level hanya akan memberikan satu poin kemampuan. Jika butuh poin tambahan, orang harus membeli buku poin kemampuan dengan harga yang sangat mahal. Satu buku yang memberikan satu poin bisa terjual hingga jutaan. Itu bukan sesuatu yang bisa dinikmati orang biasa. Orang biasa harus berhati-hati menggunakan poin yang didapat dari naik level, karena begitu poin digunakan, ia akan hilang selamanya.
Ye Ling menatap poin kemampuan di depannya, otaknya berputar memikirkan cara penggunaan terbaik untuk kelima poin tersebut.
"Penyihir Array Sihir, mungkin memasang satu array akan berguna."
Tanpa ragu, Ye Ling langsung memilih kemampuan umum Penyihir Array Sihir—Array Pembeku.
Array Pembeku dapat memperlambat musuh di dalam area, dan jika ditingkatkan ke level lima, ia dapat membekukan musuh di dalamnya selama tiga detik. Saat Ye Ling mengklik pilihan tersebut, ia melihat sebuah notifikasi menyala di sampingnya dan matanya terbelalak.
"Bakat S-Rank Pengembara: Dapat mengabaikan aturan alokasi poin, bebas melakukan pengaturan ulang poin, tanpa waktu jeda."
Melihat bahwa ia bisa mengatur ulang poinnya, Ye Ling menelan ludah. Ternyata penelitiannya yang mendalam tadi sia-sia!
Bebas mengatur ulang poin dan tanpa waktu jeda berarti ia bisa mengalokasikan poin sesuka hati! Jika ada yang sulit, tinggal klik! Yang paling luar biasa adalah, ia tidak memiliki waktu jeda!
Jika ia mau, ia bisa menjadi Pendeta saat butuh, atau menjadi Penyihir saat ingin!